MENURUNNYA INDUSTRI TEKSTIL INDONESIA

BY IN Blog NO COMMENTS YET , , , ,

MENURUNNYA INDUSTRI TEKSTIL INDONESIA

MENURUNNYA INDUSTRI TEKSTIL INDONESIA

MENURUNNYA INDUSTRI TEKSTIL INDONESIA

Industri tekstil dalam negeri sedang mengalami kemunduran, saat ini untuk di dalam negeri barang barang hasil tekstil dari luar negeri lebih diminati. Alasannya sederhana, barang tekstil yang berasal dari luar negeri harganya lebih murah. Sehingga banyak pembeli yang lebih memilih produk luar negeri seperti dari cina.

Kenaikan harga produk tekstil indonesia membuat produk tersebut kalah saing dengan produk tekstil impor. Kenaikan biaya energi dan kenaikan upah kerja menjadi penghambatnya. Dengan semakin tingginya biaya yang di keluarkan untuk energi dan semakin tingginya biaya yang di keluarkan untuk membayar upah pegawai akan berimbas kepada kenaikan biaya produkasi. Dengan seperti itu membuat produk industri tekstil indonesia akan semakin naik harganya. Maka ini akan membuat produk tekstil impor lebih diminati.

Bukti nyata dari penurunan minat pembeli terhadap produk dalam negeri terlihat dari jumlah permintaan produk tekstil dalam negeri. Tahun ini permintaan produk industri tekstil dalam negeri turun menjadi 6,6 kg per kapita per tahun padahal tahun lalu permintaan terhadap produk ini mencapai 7 kg per kapita per tahun.

Apalagi investasi terhadap industri tekstil semakin menurun, dengan adanya tren baru berupa demonstrasi pada hari buruh membuat pengusaha merugi. Selain itu keinginan investor akan berkurang. Indonesia bukan menjadi negara tujuan investor untuk menanam modal pada saat sebelum adanya tren peringatan hari buruh dengan demonstrasi. Apalagi sekarang dengan adanya tren baru membuat para investor akan lebih memilih menanan modal di negara ASEAN lainnya. Dengan seperti itu perkembangan industri tersebut akan mengalami keterlambatan perkembangan apabila dibandingkan dengan negara lainnya.

MENURUNNYA INDUSTRI TEKSTIL INDONESIA

Selain itu peran pemerintah yang kurang semakin membuat industri tekstil lambat dalam berkembang, contohnya saat ini nilai ekspor produk tekstil Indonesia ke Amerika kalah dengan Vietnam. Kekalahan tersebut terjadi karena Vietnam ikut serta dalam sebuah perjanjian yang membuat bea masuk berkurang sampai lima puluh persen. Tentunya dengan bea masuk yang lebih kecil membuat harga produk Vietnam lebih murah dan menjadi lebih diminati.

Saat ini Indonesia telah memiliki perjanjian ekspor impor di bidang tekstil dengan Cina, tetapi lagi lagi peran pemerintah membuat perkembangan melambat. Saat ini masih belum banyak workshop mengenai ekspor ke Cina. Pemerintah masih terpaku untuk mengekspor ke Amerika. Sehingga kegiatan ekspor yang dilakukan industri tekstil Indonesia masih sangat lambat.

MENURUNNYA INDUSTRI TEKSTIL INDONESIA

5.0856

So, what do you think ?


  • × 4 = thirty two